Program Model Pendataan ATS Berbasis Sinergitas, Terobosan Baru PP-PAUD Dikmas Jawa Barat 2017


Penulis : Enang Komala, S.Pd.



Setelah PKBM Daring dan paket C Online kini Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PPPAUD dan Dikmas) Jawa Barat tengah melakukan terobosan baru melaui program model pendataan anak usia sekolah yang tidak sekolah (ATS), dengan berbasis sinergitas.

Kepala Pusat PAUD dan Dikmas Jawa barat, Muhammad Hasbi, mengungkapkan di sela kegiatan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Teknis Pendataan ATS (Anank tidak sekolah) Berbasis Sinergitas, diciamis Selasa 4 Juli 2017.

Sinerginitas artinya semua komponen ikut terlibat, siapapun, kami membuka kesempatan untuk bersinergi supaya program ini berjalan dengan baik. Kegiatan yang diikuti berbagai unsur pemerintah daerah, dan berbagai unsur terkait lainya diantaranya team pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) kabupaten Ciamis.

Kapus yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupten Ciamis, Wawan S Arifien, dan beberapa pejabat dari PPPAUD dan Dikmas jawa Barat, Kapus dalam pidato sambutannya mengatakan Kami merancang pendataan berbasis sinergitas, ini untuk mendata keberadaan mereka yang belum sekolah di pendidikan dasar dan menengah agar mereka diberi kesempatan mendapatkan pendidikan dasar dan menengah sampa tamat. Oleh karena itu maka dengan program kartu Indonesia pintar berjuang untuk menyediakan biaya personal agar anak-anak Indonesia yang berusia 6 sampai 21 tahun mendapat kesempatan mengenyang dan pendidikan dasar dan menengah supaya mampu sejajar dengan anak-anak lain di Indonesia.

Dia mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka mewujudkan program atau janji Presiden Jokowi - Jusuf Kalla dalam program poin kelima nawacita yaitu upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui inpres nomer 7 tahun 2015 melalui Program Indonesia Pintar. Dengan demikian, dibutuhkan pendataan yang akurat serta melibatkan berbagai unsur.

Salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari program tersebut adalah mendata anak usia sekolah yang saat ini tidak sekolah. Anak tidak sekolah dikembalikan pada jalur pendidikan baik sekolah formal maupun kesetaraan, katanya.

Muhammad Hasbi mengungkapkan kegiatan tersebut dilaksanakan di Ciamis, dengan pertimbangan karena Pemerintah Kabupaten Ciamis merupakan mitra yang sangat baik dalam pengembangan pendidikan, khususnya non formal.
Ciamis sangat baik dalam pengembangan pendidikan, khususnya non formal. Salah satu contohnya yakni program kesetaraan Paket C berbasi daring atau online. Program tersebut saat ini sudah dijadikan sebagai program di tingkat nasional, ujarnya.

Sementara itu kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Wawan S Arifien, mengungkapkan komitmennya untuk ATS ini sangat mendukung sekali adanya program ini dan kita siap berkerjasama untuk mensukseskan program ATS itu sendiri dan yang paling penting kitika data sudah masuk sejauh mana solusi itu jangan sampai setelah sudah masuk tidak ada tindak lanjutnya, dari Dinas Pendidikan hasil pendataan Program Keluarga Harapan (PKH) Ciamis, tercatat sekitar 6.000 anak usia sekolah yang tidak sekolah.

Dia juga mengungkapkan, masih banyak anak usia sekolah yang tidak sekolah karena bekerja. Anak yang sudah bekerja atau mencari uang, lebih susah ditarik kembali untuk belajar atau ke sekolah

Tentunya data tersebut juga disinergikan dengan data lain, sehingga pada gilirannya mendapatkan data yang lebih lengkap. Mereka itu siapa saja dan dimana. prinsipnya anak usia sekolah harus sekolah, baik melalui jenjang pendidikan formal maupun kesetaraan, katanya.

Kami juga tidak hanya memberikan pemahaman keadaan anak maupun orang tua. Kami juga selalu mengkampanyekan, kembali belajar dan kembali sekolah. Kembali belajar sasarannya ATS untuk jenjang pendidikan kesetaraan, dan kembali sekolah untuk pendidikan sekolah formal," jelasnya.


Langganan Via SMS
Nomer HP


Langganan Via Email
Email
 
  Aplikasi

  Galeri


ATS TRIPIDES


Pameran HAI 2017 Kuningan