PANDUAN PENYELENGGARAAN PROGRAM PENDIDIKAN KEORANGTUAAN (PARENTING)


Penulis : PP PAUD DAN DIKMAS JAWA BARAT



Keberlangsungan pendidikan di dalam keluarga yang salah satunya memberikan kontribusi pembentukan karakter menjadi sangat strategis dan penting adanya. Oleh karena itu, agar pendidikan tersebut dilaksanakan secara terencana dan sistimatis, maka pendidik/ orangtua di dalamnya secara kontinyu perlu terus diupayakan untuk ditingkatkan, baik dalam hal pelaksanaan peranan maupun kemampuannya sebagai pendidik pertama dan utama seiring dengan tuntunan agama dan perkembangan pengetahuan yang semakin kompleks.

Keluarga merupakan bagian dari sub sistem pendidikan luar sekolah. Keluarga juga termasuk kedalam tri pusat pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantoro yang kita kenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional, mengungkapkan sistem “Tri Centra” dengan mengatakan “Didalam hidupnya anak-anak adalah tiga tempat pergaulan yang menjadi pusat pendidikan yang amat penting baginya, yaitu: keluarga, sekolah dan masyarakat.”
Sudjana (1991:43) mengungkapkan trikondisi/pusat pendidikan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keterkaitan antara kedua sub sistem pendidikan sekolah dan sub sistem pendidikan luar sekolah. Dan bagan berikut ini, akan terlihat ketiga pusat pendidikan tersebut menggambarkan rentetan keterkaitan antara sub sistem pendidikan luar sekolah ( PLS) dan sistem pendidikan sekolah (PS).

Peran orangtua dalam pengasuhan anak berubah seiring pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga orangtua harus memahami fase-fase perkembangan anak dan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan anak. Menurut Jean Piaget, pakar psikologi perkembangan, seorang anak perlu melakukan aksi-aksi terhadap lingkungannya agar dapat mengembangkan cara pandang yang kompleks dan cerdas atas setiap pengalamannya. Salah satu tugas orang tua pun adalah memberi pengalaman yang dibutuhkan oleh anak.
Pendidikan Keorangtuaan adalah pendidikan sepanjang hayat yang memberi dukungan kepada para orang tua dalam mendidik dan membesarkan anak, membentuk watak serta peradaban yang bermartabat, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Oleh karena itu bagi seorang anak, orang tua/keluarga selain tempat pertama dan utama bagi pertumbuhan dan perkembangan juga sebagai  pembentukan kharakter.

Pendidikan Keluarga  akan membekali peserta didik mengenai berbagai hal yang bermanfaat dan diarahkan pada sikap orangtua sebagai individu yang dapat diteladani, orangtua sebagai pemimpin keluarga yang dapat dijadikan jaminan hidup saat ini dan masa depan serta orangtua sebagai anggota masyarakat yang dapat memerankan peran sesuai dengan kebutuhan dan keinginan.

Keluarga  memiliki peranan penting terhadap perkembangan anak-anaknya, sejak anak dilahirkan, keIuarga terutama ibu yang selaIu di sampingnya,  pendidikan keIuarga tidak dapat diabaikan, peran orangtua hendaknya menjadi orang yang paling bijaksana dan pandai mendidik anak-anaknya sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai anggota keluarga.

Guna memenuhi kebutuhan penyelenggaraan program pendidikan keorangtuaan/keluarga, maka disusun panduan penyelenggaraannya dalam rangka naskah program pendidikan keorangtuaan yang dikembangkan dengan harapan dapat dijadikan salah satu panduan oleh para penyelenggara, dan pemangku kepentingan, baik pemerintah sebagai eksekutor maupun sebagai regulator bidang pendidikan nonformal.


Langganan Via SMS
Nomer HP


Langganan Via Email
Email
 
  Aplikasi

  Galeri


Pemetaan Mutu Prov. DKI Jakarta 2017


Pemetaan Mutu Angk. I